Perkembangan Peci di Indonesia

Perkembangan Peci di Indonesia . Bangsa Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang beberapanya sudah diakui dunia oleh UNESCO. Salah satu warisan budaya yang ada di tanah air adalah pemakaian peci atau kopyah penutup kepala. Kebiasaan memakai penutup kepala tersebut ada sejarah panjang di belakangnya hingga menjadi identitas bangsa semenjak dipopulerkan oleh Bapak Proklamator, Ir. Soekarno. Perkembangan penutup kepala ini sendiri mengalami banyak perubahan baik bentuk atau cara pemakaiannya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai perkembangan penutup kepala dari masa ke masa.Perkembangan Peci di Indonesia

Perkembangan Peci

Pada awal sejarah peci ada di Indonesia merupakan bawaan dari bangsa lain yang datang ke Indonesia. Penutup kepala tersebut mengalami perkembangan dengan adaptasi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi terkenal karena sering dikenakan oleh presiden Republik Indonesia yang pertama. Hingga sekarang penutup kepala tersebut berkembang lebih modern dengan berbagai model dan bentuk. Berikut beberapa perkembangan penutup kepala.

1. Sejarah
Tidak begitu pasti bangsa mana yang membawa kopyah masuk ke Indonesia, namun beberapa peneliti menyebutkan kopyah sudah ada di Indonesia sejak abad ke-13. Para pedagang dari Arab menggunakan sebuah penutup kepala saat mereka datang ke Semenanjung Malaysia yang kemudian mempengaruhi cara beberapa orang di Indonesia menggunakan sebuah kopyah. Secara bahasa penutup kepala ini mirip dengan sebutan orang Turki untuk sebuah penutup kepala. Di Turki penutup kepala disebut dengan fezzy yang diucapkan dengan ‘pechi’ yang hampir mirip dengan pengucapan orang Indonesia yakni peci.

2. Dipopulerkan
Ir. Soekarno memiliki kewibawaan dalam penampilan yang khasnya. Mengenakan baju putih, membawa tongkat, menggunakan kaca mata hitam, dan yang tidak pernah ketinggalan adalah menutup bagian atas kepala dengan sebuah peci berwarna hitam. Apabila dulu saat rapat besar banyak orang yang berpenampilan menyerupai orang barat, berbeda dengan bapak negara yang menunjukan penampilan khas Indonesia yakni menggunakan kopyah berwarna hitam. Menurut beliau orang Indonesia harus memiliki simbol tersendiri yang ditunjukan dengan sebuah penampilan, sejak saat itu banyak orang Indonesia yang mengikuti menggunakan penutup kepala hitam tersebut. Selain identik dengan ciri khas seorang muslim, penutup kepala berwarna hitam ini juga menjadi warisan budaya nasional bangsa Indonesia yang harus dijaga.

3. Perkembangan
Sekarang begitu banyak model dan bentuk dari penutup kepala, ada yang bagian atasnya datar dan ada yang dibuat runcing. Jika jaman dahulu bahan pembuat kopyah biasanya dari kain beludru hitam, untuk jaman sekarang begitu banyak bahan yang bisa dijadikan untuk membuat sebuah penutup kepala. Pada awalnya kopyah yang hanya berwarna hitam, kini kopyah telah tersedia dalam berbagai warna. Pemakaian pada jaman dahulu sering digunakan oleh banyak kalangan mulai dari kaum rendah hingga tokoh intelegen dalam penampilan sehari-hari. Kini pemakaian kopyah biasanya hanya digunakan saat shalat, atau oleh tokoh pemerintahan pada saat acara pelantikan, pengambilan foto, dan rapat resmi kenegaraan lainnya.

Penutup kepala ini bukan hanya dijadikan sebagai perlengkapan shalat semata melainkan menjadi sebuah warisan budaya. Dengan mengenakannya, bangsa lain akan tahu siapa Anda dan dengan jelas mengerti bahwa Anda adalah orang Indonesia. Seperti bangsa besar lain yang memiliki identitas tersendiri dari penampilan, bangsa Indonesia juga harus memiliki penampilan yang dapat menjelaskan siapa jati diri Anda. Ikon nasional dan menjadi warisan budaya, sudah sepantasnya bangsa Indonesia menjaga pemakaian peci agar tidak hilang dari identitas bangsa. Walaupun tidak lagi bisa dipakai setiap saat, sebaiknya Anda tetap menjaganya dan bangga untuk mengenakannya dalam beberapa acara penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *